Postingan

Adalah Kamu Yang Mengobati Luka

Sore itu aku sedang buru-buru. Bayangkan saja. Lima menit menjelang waktu pulang. Pak Ilham datang ke ruanganku. "Ye. Sa. Ra, kau antarkan file revisian ini ke divisi periklanan sekarang! Sudah ditunggu. Deadlinenya besok pagi," perintah Pak Ilham. Aku. Yesara. Karyawan baru. Yang tidak diperbolehkan untuk bilang tidak kepada senior. Apa yang diperintahkan oleh mereka. Menjadi kewajibanku untuk mematuhinya. Kalau tidak, maka aku akan berdosa. Tidak tanggung-tanggung, dosa yang kupikul merupakan dosa besar. Apalagi yang menyuruhku Pak Ilham. Bosku sendiri. Dengan sangat buru-buru agar bisa pulang tepat waktu. Aku berlari keluar dari ruanganku. Tujuanku adalah lift. Beberapa detik menanti di depan lift. Aku akhirnya berpaling. Balik kanan lalu berlari menaiki tangga. Dari lantai 2 menuju lantai 4. Tidak apa-apa. Sekalian olahraga sore. Sekalian menurunkan berat badan beberapa ons. Tiba di belokan lantai 4. Kakiku tersandung. Karena menaiki tangga dengan cara berlari. Dengan n…

Musik, Bekal Dari Orangtua

Halo.... Gak kerasa ya, udah 2018 aja. Sekarang, 20 Febeuari 2018. Di dalam kamar kost. Di atas ranjang. Sambil dengerin lagu dari playlist di ponsel. Pas sekarang lagi muterin lagu Stay dari Dream on Dreamer. Lagu yang cukup, agak, lumayan cadas kalo menurutku, hehe. Coba deh pergi ke YouTube dan search lagu itu. Aku sukaaa.... Padahal barusan habis nangis. Tadi makan sayur lodeh dikasih Bu Sri, teman satu kost, satu tempat kerja juga. Aku makan sayur lodeh pemberian Bu Sri. Meski gak suka sama semua sayuran yang ada di dalamnya. Aku berusaha untuk menghargai pemberian Bu Sri. Kurasa pemberian siapa pun. Di dalamnya ada waluh. Kau tau waluh? search di google aja gih kalau gak tau. Mama mewarisi aku pantang buat makan waluh. Kalau makan waluh, setelahnya perut kita bakalan sakit. Melilit. Perih. Rasanya gak enak. Dan begitu pun yang aku rasakan tadi. Di dalam kamar kost aku kesakitan. Dan jauh dari Mama. Mau nyari perhatiannya juga jauh. Akhirnya aku nangis sendiri. Oke. Ini agak mel…

Jika Tidak Ada Rasa Apa-apa

Gambar
Kepada kamu yang mengajak aku tenggelam dalam kebersamaan. Jangan biarkan aku nyaman, jika pada akhirnya perasaan sayang hanyalah sebatas angan-angan. Sebab, sekuat apa pun membuat diri bertahan, perasaan yang tumbuh seringkali tidak bisa dikendalikan. Jika kamu tak mau menjadikan kita utuh, biarlah aku berlari sebelum aku menjadi rapuh. Sebelum aku jatuh dan tenggelam dalam perasaan yang terlalu dalam. Sementara, kamu hanya ingin menjadikan aku seseorang yang tidak akan pernah menjadi sesuatu yang penting dalam hidupmu.
Kepada kamu yang betah berlama-lama tanpa merasakan apa-apa. Angkatlah langkah sebelum terlanjur membuat hatiku patah dalam cinta yang salah. Aku tidak ingin mencintaimu sendiri begini selamanya. Sebab, begitu sakit menanggung luka yang kamu goreskan dengan sangat tega. Kamu tahu aku cinta kamu, kamu tahu segala hal tentangmu membuatku terpukau. Namun, kamu hanya ingin berlama-lama sebagai seseorang yang tidak ada rasa apa-apa. Jika tidak ada bahagia yang bisa menjad…

Naik Kereta ke Jogja

Gambar